Selasa, 03 Agustus 2010

Impotensi = Defisiensi Nutrisi


Impotensi memiliki banyak penyebab secara fisik maupun psikologis. Ada delapan hal yang lambat laun bisa mengakibatkan impotensi.


1. Diabetes Mellitus (Kencing Manis)

Kurangi konsumsi gula berlebihan sekarang juga. Sebuah berita kesehatan di kompas.com memaparkan bagaimana diabetes menyebabkanimpotensi karena rusaknya saraf dan aliran darah ke organ seksual pria. Pria yang menderita diabetes mellitus berisiko impotensi 10 hingga 15 tahun lebih cepat dibandingkan pria tanpa diabetes, bunyi sumber berita itu.

2. Kolesterol Tinggi

Bila aliran darah Anda tidak lancar karena salurannya tersumbat, bayangkanlah apa yang terjadi dengan penis. Impotensi merupakan gejala awal dari berbagai penyakit yang disebabkan kolesterol tinggi. Mungkin Anda tidak merasakannya sekarang, namun bertahun-tahun ke depan.

3. Merokok

Oke, ini adalah alasan yang seharusnya membuat Anda berhenti merokok sekarang juga. Peringatan di bungkus rokok dalam huruf yang sangat mini itu tidak dibuat untuk sekedar menakut-nakuti Anda. Alasannya, rokok mengurangi aliran darah yang dibutuhkan untuk menciptakan ereksi yang sempurna.

Studi yang dilakukan Imperial College London menganggap perokok cenderung akan mengalami impotensi hingga 40% dibanding yang bukan perorok. Info-sehat.com yang memuat informasi ini juga menyatakan sebuah penelitian di Australia yang melibatkan 8000 pria usia 16-59 tahun menghasilkan fakta bahwa satu dari setiap sepuluh pria di sana mengalami disfungsi ereksi. Duapuluh lima persen dari penderita ini adalah perokok. Diketahui juga kalau mereka yang merokok sebanyak satu bungkus atau lebih setiap harinya mengalami gangguan seksual tigapuluh sembilan persen lebih banyak dibanding pria lain.

4. Alkohol

Tidak saja Anda harus memboroskan uang untuk membeli celana baru dengan ukuran yang lebih besar, Anda pun akan stress karena impotensi. Jangan kembali ke bar untuk melupakan masalah ini dengan mabuk. Kunjungi dokter.

5. Narkoba

Sepertinya tak perlu lebih banyak dibicarakan. Kemungkinan hancurnya masa depan termasuk impotensi sebagai dessert sudah cukup jelas. Penggunaan narkoba umumnya bersifat berlebihan. Ini menyebabkan rusaknya susunan syaraf pusat dan menimbulkan terganggunya ereksi pada pria. Penyalahgunaan narkoba ini dalam jangka waktu lama akan membuat pria mengalami disfungsi ereksi.

6. Ims/ Std

Infeksi menular seksual (ims) atau sexual transmitted disease (std) paling ampuh membuat Anda impoten. Beberapa ims seperti gonore dan sifilis berpotensi merusak saluran kencing dan kandung kemih. Gonore misalnya, ims ini bila tidak ditangani dengan cepat akan membuat saluran dan kandung kemih Anda rusak. Sementara itu, sifilis merusak syaraf Anda (termasuk di otak) yang mengakibatkan kerjasama keinginan dan realita berjalan dengan kacau. Gangguan syaraf menyebabkan mengecilnya pembuluh darah kapiler dan berpotensi menyebabkan gangguan ereksi.

7. Stress, Kecemasan, Frustasi

Kondisi psikologis Anda bisa mempengaruhi performa di tempat tidur. Biasanya hanya bersifat temporer. Artinya ereksi Anda akan terganggu hanya di saat mood Anda sedang kacau. Kegelisahan dan stress ini juga berkaitan dengan diabetes mellitus, karena ini adalah salah satu gejalanya Bila berkepanjangan, stress ini akan menyebabkan impotensi.

8. Kelelahan

Anda bisa saja tetap merasa bergairah untuk bercinta walaupun badan Anda rasanya akan rontok. Tapi tidak usah dipaksakan karena kelelahan hanya akan mempermalukan Anda di depan pasangan. Ikuti saja perintah tubuh Anda untuk beristirahat.



Mengatasi Impotensi:

1. Kurangi Visceral Fat (lemak perut)

Kadar visceral fat berlebihan sering dialami oleh kaum pria. Berbeda dengan lemak yang tersimpan di bawah kulit, lemak jenis visceral fat ini menyelubungi organ dalam tubuh dan mengalir bersama darah. Lemak ini terbentuk karena ketidak seimbangan asupan nutrisi dan pola makan berlebihan kalori.
Mengurangi berat badan dan asupan nutrisi lengkap dan seimbang akan mengurangi visceral fat

2. Jalani Gaya Hidup Sehat

Anda bisa memulai dengan menghindari perilaku yang membuka jalan kesana. Menyadari diabetes mellitus dan kolesterol berbahaya, kontrol glukosa darah dan kolesterol Anda. Sebagai penderita diabetes mellitus, Anda harus tahu kalau kegiatan melelahkan seperti seks dapat memperburuk kadar gula darah dan membuat Anda sakit. Karena itu pastikan tangki Anda full sebelum dan sesudah berhubungan seks.

Jauhi rokok. Jangan pula bermain-main dengan narkoba. Bila Anda termasuk social drinker sehingga harus tetap meminum alkohol (lagipula anggur merah bisa mengurangi risiko penyakit jantung), jangan berlebihan atau sampai mabuk. Masukkan olahraga rutin seperti renang atau mengembangkan otot di gym dalam agenda Anda. Tingkatkan emotional intelligence. Seimbangkan jiwa. Kalau perlu, sewa seorang psikolog untuk menumpahkan unek-unek Anda (dan mendapatkan solusi dari masalah, sebagai bonus).
dan memperlancar sirkulasi darah sehingga banyak memperbaiki vitalitas ereksi pria.

Kemacetan lalu lintas bisa akibatkan serangan jantung



Boston, Berhati-hatilah buat orang dengan gangguan jantung atau paru-paru saat menghadapi kemacetan parah. Paparan polusi lalu lintas di tengah kemacetan selama 1 jam bisa memicu kematian jantung mendadak.

Polusi lalu lintas memang berbahaya bagi siapapun, tak terkecuali individu yang sehat. Tapi risiko tersebut akan semakin besar bila terjadi pada orang dengan gangguan jantung atau paru-paru.

Berdasarkan pemantauan dengan menggunakan alat portabel 24 jam, yang dipakai oleh pasien penyakit paru-paru dan penyakit jantung atau pernah serangan jantung sebelumnya, menunjukkan adanya hubungan antara penurunan detak jantung dan paparan polutan udara yang berkaitan dengan lalu lintas, seperti unsur-unsur karbon dan nitrogen dioksida.

Temuan baru-baru ini bahkan menambahkan bukti hubungan jangka pendek yang terkait antara penurunan detak jantung dan polusi lalu lintas.

"Hal ini juga dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa studi sebelumnya menemukan bahwa orang memiliki peningkatan risiko serangan jantung hanya dalam waktu satu jam setelah terjebak dalam kemacetan," jelas peneliti Harvard School of Public Health, dalam siaran berita universitas seperti dilansir dari MSNNews, Senin (19/7/2010).



Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine edisi Juli.

Menurut studi itu, paparan tinggi dari polusi lalu lintas dapat menurunkan variabilitas denyut jantung. Penurunan ini merupakan faktor risiko terjadinya kematian jantung mendadak.

Penurunan variabilitas detak jantung atau heart rate variability (HRV) adalah suatu ukuran kemampuan jantung untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan, yang mengindikasikan lemahnya kontrol jantung oleh sistem saraf otonom.

Penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health ini tidak menemukan adanya kaitan yang signifikan antara penurunan HRV dengan tingkat polusi udara di lingkungan tempat tinggal partisipan tapi hanya terjadi di jalanan yang macet.